Showing posts with label Tipografi. Show all posts
Showing posts with label Tipografi. Show all posts

Tuesday, 10 October 2017

Tips Membuat Desain Kalender Yang Profesional

Tuesday, October 10, 2017 2
illustrasi desain kalender

Tips Membuat Desain Kalender Yang Profesional - Di penghujung tahun berbagai institusi selalu disibukan dengan persiapan untuk menyiapkan desain kalender tahun berikutnya. Mulai dari membuat desain kalender sendiri hingga melakukan cetak kalender di percetakan yang mereka pilih.

Keberadaan kalender memang sudah menjadi semacam keharusan, baik bagi perorangan maupun perusahaan. Di setiap ruangan kerja sudah dapat dipastikan kita akan menemukan sebuah kalender, ada yang menempel dinding ruangan maupun di atas meja kerja atau kalender meja. Kalender mempunyai nilai fungsional dan sebagai media yang memberikan informasi penanggalan, kalender juga memiliki nilai dekoratif. Jadi sebuah desain kalender yang dipersiapkan dengan sempurna akan memberikan kesan menawan, elegan dan mampu memberikan kesan dekoratif di mana kalender tersebut diletakkan.

Membuat atau mempersiapkan desain kalender menjadi penting sebelum memperbanyak kalender serta membagikan kalender itu sendiri. Bagi sebuah perusahaan, kalender menjadi media promosi yang untuk memperkenalkan bisnis mereka. Sebagai media promosi, desain kalender perusahaan harus memiliki nilai khas tersendiri. Desain kalender yang bagus, menarik dan profesional akan lebih enak dipandang dan lebih banyak menarik perhatian audience.

Berikut tentang beberapa tips cara membuat kalender sendiri yang dapat diterapkan dalam membuat desain kalender perusahaan, desain kalender sekolah maupun desain kalender pribadi Anda.

1.      Fokus Pada Aplikasi Desain Grafis Yang Anda Kuasai


Salah satu aplikasi paling populer yang dapat Anda gunakan untuk membuat desain kalender adalah CorelDraw dan Adobe Illustrator. Aplikasi yang berbasis vektor ini memang menawarkan fitur yang lengkap dalam membuat karya desain grafis dalam bentuk vektor. Anda harus mengerti dan memahami cara penggunaan salah satu dari kedua aplikasi desain grafis tersebut. Anda dapat memilih apakah anda akan membuat kalender dengan coreldraw atau Illustrator. Hal ini tentu sangat bergantung dengan pemahaman Anda terhadap kedua aplikasi grafis tersebut.

2.      Memilih Tema yang Sesuai dan Konsisten


Tema sebuah kalender mewakili bisnis anda. Penggunaan warna, grafis maupun gambar harus mewakili bisnis anda. Pastikan anda memilih tema tepat untuk bisnis anda. Hal yang tak kalah penting lainnya adalah konsisten dalam membuat tema untuk desain kalender. Pastikan juga desain kalender anda memiliki tampilan yang konsisten dari bulan Januari sampai Desember. Karena jika jika tema kalender anda tidak konsisten akan terlihat tidak menarik dan tidak enak dipandang.  Sebuah desain kalender agar terlihat menarik  harus memiliki desain yang konsisten, baik dari segi penataan elemen desain grafis, penggunaan elemen tipografis dan elemen sejenisnya.

3.      Perhatikan Sisi Fungsionalitas


Karena masa pakai kalender yang lama, anda harus memanfaatkan kesempatan ini. Selain kalender harus mudah untuk mencari hari, tanggal, tahun dan beragam informasi lainnya yang ada pada sebuah kalender. Anda juga dapat mempromosikan tentang produk terbaru anda atau anda bisa memberikan informasi prestasi yang sudah dicapai perusahaan anda selama ini. 

Selain melihat desain kalender, kita juga harus memikirkan sisi fungsionalitas dari sebuah kalender. Segala informasi yang ingin disampaikan melalui desain kalender harus ditampilkan agar mudah dibaca orang lain. Contohnya dengan menggunakan jenis font yang mudah dibaca, baik pada bagian penanggalan, informasi profil perusahaan, dan sebagainya.

4.      Pemilihan Kertas Untuk Mencetak Kalender


Bisa menggunakan bahan kertas tebal untuk mencetak kalender yang terdiri dari 1 halaman. Dan jenis kertas Artpaper dengan gramatur 120 gsm dapat menjadi pilihan ideal untuk keperluan pencetakan kalender. Saat ini perkembangan digital printing telah sampai ke kota-kota kecil semakin memudahkan konsumen dalam urusan percetakan berskala kecil. Termasuk dalam hal ini adalah pembuatan kalender pribadi. Jika ingin mencetak kalender ke pada kertas yang lebih tebal, kertas Ivory 210 gsm dapat menjadi pilihan Anda. Berikan efek finsihing doff, glossy atau UV agar hasil cetak kalender lebih mengkilap dan elegan.

5.      Gambar Ilustrasi yang Baik


Pilih gambar yang memiliki kualitas dan resolusi yang tinggi sehingga kalender anda terlihat tajam dan menarik bagi audience anda. Jangan menggunakan gambar yang berlebihan, karena akan terlihat mengganggu dan berantakan serta akan sulit menemukan gambar yang konsisten dan cocok digunakan pada kalender.

Gambar dapat berupa hasil dari fotografi profesional maupun ilustrasi karya anda sendiri. Tentu saja media gambar juga harus sesuai dengan tema desain kalender yang kita buat. Untuk file pendukung, bisa dicari di banyak website yang bertebaran.

6.      Minimalis


Desain kalender yang lebih minimalis dengan memberi ruang dan jarak yang pas untuk elemen-elemen yang ada pada kalender anda, hal ini akan membuat kalender anda lebih hidup dan enak dipandang. Membuat desain kalender agar nampak lebih minimalis dapat anda lakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah memberikan ruang kosong (white space) yang cukup pada penataan setiap elemen desain grafis pada desain kalender. Nah, ketika anda membuat desain kalender, cobalah untuk bermain-main dengan penggunaan white space. Di samping itu, anda dapat menggunakan jenis font dengan tampilan minimalis untuk hasil yang lebih elegan.

Hindari penggunaan efek-efek berlebih seperti efek transparan dan gradasi warna yang berlebihan, karena trend yang berkembang sekarang lebih ke arah minimalis maka dari itu desain kalender yang anda buat pun harus mengikuti tren yang anda sehingga desain kalender anda terlihat lebih up to date.

7.      Buat Kalender Seperti Portfolio


Kalender merupakan media promosi yang sesuai untuk memperkenalkan usaha anda. Anda harus menampilkan informasi yang anda anggap penting untuk disampaikan kepada audience. Sebab dalam hal ini desain kalender akan menjadi media informatif yang akan menceritakan seluk beluk usaha anda, mulai dari produk / layanan, prestasi usaha, kontak, dan lain sebagainya. Anda bisa menampilkan elemen-elemen berbeda dari bisnis anda pada setiap halamannya.

Selamat mencoba

Friday, 4 August 2017

Tips Panduan Membuat Logo Yang Menarik

Friday, August 04, 2017 2
Favicon ristofa.com


Tidak seperti karya desain grafis lainnya, dalam membuat logo ada serangkaian prinsip tersendiri. Logo adalah simbol dari sesuatu yang diinterprestasikan hanya dengan sekali lihat seseorang bisa membayangkan makna Apa dibalik sebuah logo. Ketika kita melihat logo tertentu Kita akan ingat mulai dari perusahaan apa produk apa dan lain sebagainya.

Logo dianggap berhasil ketika logo tersebut mudah diingat baik bentuk, warna, tulisan, dan produknya. Prinsip dasar dalam menciptakan logo adalah eye catching (menarik perhatian), original, mudah diingat, dan bermakna.

Setiap logo dibuat artistik, mempunyai makna tersembunyi dibalik bentuk dan warnanya. Desain logo tidak dibuat asal-asalan karena ada kaidah tertentu tentang bentuk dan warna logo, atau apa yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam sebuah logo. Misalnya, kenapa bentuk bola tidak dianjurkan untuk logo perusahaan konstruksi dan seterusnya. Hal itu yang membuat proses mendesain logo tidak semudah yang dikira orang.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, logo hampir setiap hari kita temui. Seperti halnya pakaian, logo memiliki banyak rupa dan gaya, baik dari segi bentuk warna tipografi maupun desainnya secara keseluruhan. Seperti pakaian pula logo memiliki trend atau gaya yang cenderung berubah dalam periode tertentu.

Berikut ini trik atau panduan dalam membuat logo yang menarik :

1. Analisa kebutuhan

Dalam analisa kebutuhan Seperti apa saja yang akan mempengaruhi hasil logo tersebut . Misalnya kita dapat membuat logo dari PT. X, maka kaji dulu profil dari perusahaan tersebut. Bila ada keharusan atau prasyarat yang harus dipenuhi, maka itu dulu yang harus didahulukan. Contoh harus ada warna merah harus mengandung makna perusahaan dan sebagainya.

Hal yang harus dan akan mempengaruhi hasil logo adalah:

A. Budaya mempengaruhi aspek kehidupan
B. Politik mempengaruhi aspek kehidupan
C. Ekonomi mempengaruhi aspek kehidupan
D. Sosial mempengaruhi aspek kehidupan
E. Demografi mempengaruhi analisa SWOT dan Aida
F. Jenis perusahaan dan produknya mempengaruhi aspek personal perusahaan

2. Tentukan teknik atau cara pembuatan

Dalam membuat sesuatu tentunya kita mempunyai cara atau teknik masing-masing. Hal ini berkaitan pada saat hasil logo ini akan ditampilkan. Sebagai contoh printed multimedia website produk dan lain sebagainya. Tentunya ukuran jenis font untuk logo warna media akan mempengaruhi, semisal dalam produk kardus jarang sekali menggunakan warna yang banyak dan bila ada maka ukurannya kecil. Hal ini merupakan imbas dari dana untuk print warna yang cenderung lebih mahal. 

3. Trial and error

Trial and error merupakan cara manjur dalam melakukan sesuatu. hasil dari logo akan maksimal ketika trail and error ini dilakukan melalui sketsa, atau desain langsung menggunakan software desain boleh-boleh saja dilakukan.

4. Lihat karya logo sejenis

Banyak website yang membuat logo-logo fenomenal seperti logo Windows. Cari buku untuk perusahaan atau produk sejenis dengan yang ingin anda buat. Lihat dan pelajari ciri-cirinya, selain menambah wawasan tentang logo juga dapat menginspirasi anda.

Sekian Bahasan tentang panduan membuat logo yang menarik Terima kasih semoga bermanfaat.


Tuesday, 21 March 2017

Kategori Umum dan Jenis Huruf Dalam Tipografi | ristofa.com

Tuesday, March 21, 2017 0
Kategori Umum dan Jenis Huruf Dalam Tipografi | ristofa.com


Tipografi sangat penting dalam dunia desain grafis.Tipografi dalam desain grafis merupakan satu elemen yang sangat krusial dan juga merupakan elemen yang paling sering dipakai untuk melengkapi suatu desain. Jika perhatikan desain di sekeliling kita, desain poster, desain suatu produk, desain iklan, semua mengandung unsur tipografi. Dan kali ini saya akan membahas tentang klasifikasi huruf dalam tipografi.

Seperti yang kita tahu, desain grafis merupakan suatu bentuk komunikasi visual. Sehingga unsur yang ada di dalamnya juga harus memancarkan informasi yang ingin disampaikan. Hal ini berlaku untuk tipografi. Pemilihan tipografi yang benar akan membantu menyampaikan informasi yang ingin disampaikan secara tepat.

Seni tipografi adalah sebutan bagi tipografi dalam desain grafis. Seni tipografi menitik beratkan pada pengaturan huruf sebagai elemen utama dalam desain yang ingin dibuat.

Umumnya tipografi ada beberapa kategori, antara lain :

Roman atau Serif | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Roman


1. Roman atau Serif


Huruf di keluarga Roman memiliki ciri khas tersendiri yang muda dikenali. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan pada setiap garis di huruf – hurufnya. Semua huruf yang ada di bawah naungan kategori Roman memiliki ciri khas klasik, anggun, tegas, lemah gemulai dan feminim. Font ini sangat populer dikalangan masyarakat karena jenis font Serif biasa digunakan untuk Hardcopy atau hasil cetak media offline, seperti buku, majalah, koran, dan sebagainya.

Keluarga huruf Roman sudah ada sekitar abad 11 atau 12. Karena itu, huruf Roman merupakan salah satu kategori huruf yang paling tua. 

Jenis font yang ada di kategori huruf Roman antara lain Bodoni, Georgia, dan Times New Roman.

Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adalah Feminim, Klasik, Lemah Gemulai.

Egyptian atau Slab-Serif | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Egyptian


2. Egyptian atau Slab-Serif


Huruf yang berada termasuk dalam kategori keluarga Egyptian memiliki ciri huruf seperti papan. Berbeda dengan kategori Roman yang memiliki tebal tipis di hurufnya, Egyptian memiliki ketebalan yang hampir sama di setiap hurufnya. 

Jenis font ini merupakan bagian dari jenis font Serif, hanya saja siripnya lebih tegas dan lurus menyerupai tongkat. Mungkin font ini cocok digunakan untuk produk yang berhubungan dengan lelaki. 

Jenis font yang ada di kategori Egyptian adalah Rockwell dan Typo Slab – Serif.

Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adlah kokoh, kuat, kekar, dan stabil.

Sans Serif | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Sans Serif


3. Sans Serif


Huruf yang meruakan kategori keluarga Sans Serif hampir mirip dengan huruf dengan kategori keluarga Roman, hanya saja jenis huruf ini tidak memiliki sirip di ujung. Ketebalan hurufnya pun tidak tebal tipis, melainkan solid. Bisa dibilang huruf di kategori Sans Serif merupakan versi modern dari Roman. 

Jenis font yang ada di kategori Sans Serif adalah Arial, Century Gothic, Futura, Helvetica, Lucida Grande, Trebuchet MS, dan Verdana.

Kesan yang ditimbulkan jenis huruf ini adalah modern, kontemporer, dan efisien. 

Script | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Script


4. Script


Sama seperti namanya, huruf yang berada di bawah kategori ini memiliki rupa layaknya tulisan tangan Handwriting karena bentuknya yang menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas, atau pensil tajam. Font ini banyak digunakan dalam tipografi tulisan tangan.

Biasanya huruf di bawah kategori ini memiliki ciri khas miring ke kanan. Biasanya font jenis ini digunakan untuk desain yang berhubungan dengan kemewahan, misalkan undangan pernikahan atau ucapan selamat untuk perusahaan baru dengan hiasan bunga.

Jenis font yang ada di kategori ini adalah Freestyle Script dan French Script.

Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adalah pribadi dan akrab. 

Miscellaneous atau Cursive | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Cursive


5. Miscellaneous atau Cursive


Keluarga font Miscellaneous atau Cursive biasa dikenal dengan nama fantasy font. Huruf yang berada di kategori ini tidak memiliki ciri khas atau rupa yang spesifik seperti kategori lainnya. Huruf yang berada di bawah kategori ini biasanya merupakan  pengembangan dari bentuk – bentuk yang sudah ada, hanya ditambahkan hiasan, ornament atau garis – garis dekoratif.

Font ini biasa digunakan untuk desain yang berhubungan dengan imajinasi seperti teks pada komik, produk anak anak untuk menarik pehatian mereka dengan bentuknya yang cute dan unique, dan lain-lain. 

Jenis font yang ada di bawah kategori ini sangat banyak, antara lain Comic Sans MS, Joker, dan Magneto.

Kesan yang ditimbulkan oleh kategori huruf ini adalah Dekoratif dan Ornamental.

Character Proportion | ristofa.com
Contoh huruf tipografi - Character Proportion


6. Character Proportion


Keluarga font Character Proportion memiliki ciri yang relatif mudah dikenali, yaitu memiliki lebar yang sama tidak peduli itu ‘R’ ataupun ‘J’ semuanya sama. Font jenis ini biasanya digunakan untuk pemrograman atau penyajian kode-kode HTML karena memiliki lebar huruf yang sama dan mudah dihitung spasinya. 

Contoh font Courier New.

Kesan : Canggih, Digitalis

baca juga sejarah tipografi.

Saturday, 18 March 2017

Sejarah Tipografi dan Perkembangan Huruf | ristofa.com

Saturday, March 18, 2017 6

Sejarah Tipografi dan Perkembangan Huruf - ristofa.com

Sejarah Tipografi


Bangsa Afrika dan Eropa mengawali pada tahun 3.500-4.000 sebelum Masehi dengan membuat lukisan di dinding gua sebagai salah satu sarana utama dalam suatu komunitas, baik sebagai media untuk menyampaikan informasi maupun media untuk kegiatan ritual. Sekitar tahun 3100 SM, bangsa Mesir menggunakan pictograph sebagai simbol-simbol yang menggambarkan sebuah objek. Sejarah perkembangan fungsi tipografi pada awalnya dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Komunikasi menggunakan gambar berkembang dari pictograph hingga ideograph, yang berupa simbol-simbol yang merepresentasikan gagasan yang lebih kompleks.

Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang dikenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Dan bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menyebar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.

Manusia telah mengupayakan berbagai cara terbaik untuk dapat berkomunikasi lewat tulisan, melalui penggunaan berbagai macam perangkat dan media. Abad ke-7 Cina menemukan teknik cetak timbul dengan menggunakan tinta. Awal milenium kedua di Eropa lahir huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil. Huruf ini dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping, sehingga huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak di atas satu halaman buku.

Blackletter Script | ristofa.com
Blackletter Script

Puncak perkembangan tipografi, terjadi pada abad 8 SM di Roma. Pada saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang sejatinya merupakan penduduk asli Italia. Lalu mereka menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

Penemuan mesin cetak dengan sistem movable type pada tahun 1450 oleh Johann Gensfleisch zum Gutenberg asal Jerman, telah membawa banyak perubahan yang pesat dalam sejarah tipografi, terutama dalam teknik pencetakan, pengukuran, serta produksi. Pencetakan dengan movable type digunakan hampir 400 tahun lamanya dengan berbagai macam penyempurnaan. Tahun 1886 Ottmarr Mergenthaler, dari Jerman menemukan mesin typecasting yang cara kerjanya adalah dengan cara memasangkan sejumlah huruf yang disusun baris per baris (line casting). Mesin ini disebut Lynotype.

Mesin Lynotype | ristofa.com
Mesin Lynotype

Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi yang makin canggih. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya. Pada awalnya alphabet latin hanya berjumlah 21 huruf, yaitu : A, B, C, D, E, F, G, H, I, …, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, …, V, …, dan X. Kemudian huruf Y dan Z ditambahkan.  Pada abad pertengahan ditambahkan 3 huruf tambahan yaitu :  J, U dan W, sehingga keseluruhan alphabet latin menjadi 26.

Generasi selanjutnya dari teknologi typecasting adalah phototypesetting yang menggunakan proses film sebelum naskah diterapkan ke lempeng cetakan. Mesin ini dibuat oleh Herman Freud tahun 1946 di Jerman. Perkembangan selanjutnya teknik pra-cetak analog yang menggunakan lempengan (plate)  mulai tergeser oleh teknik pra-cetak digital (digital pre-press). Penggunaan teknologi digital dalam dunia tipografi dimulai pada tahun 1973 oleh perusahaan bernama IKARUS. 

Teknologi ini berfungsi untuk membuat huruf digital, sehingga dapat diterapkan dalam sistem komputer. Setiap huruf disimpan dalam data elektronik dengan berbagai perintah yang dapat mengaktifkan komputer  dalam kalkulasi pada setiap garis ataupun ruang dalam huruf.

Tahun 1984 Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporation mengeluarkan True Type Font. PostScript Font dan True Type Font merupakan huruf elektronik atau sering disebut font.  Hadirnya beragam jenis personal komputer dan perangkat lunak yang semakin canggih. Ikut meningkatnya apresiasi para perancang grafis dan masyarakat umum, merupakan penyebab tejadinya lonjakan kebutuhan terhadap huruf digital. Hanya dengan sebuah personal komputer perancang huruf  (type designer ), desainer dapat merancang berbagai macam jenis huruf baru dengan waktu yang lebih singkat.

Klasifikasi Bentuk Huruf Tipografi


Dalam beberapa literatur tipografi, rupa huruf dapat di golongkan dalam beberapa klasifikasi atau golongan, yang berguna untuk mempermudah mengidentifikasi rupa huruf tersebut. Berdasarkan klasifikasi yang umum dan sering dipakai, klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya, rupa huruf digolongkan menjadi beberapa jenis huruf tipografi sebagai berikut:

  • Blackletter / Old English / Textura, berdasarkan tulisan tangan (script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia (gaya Celtic).
  • Humanis / Venetian, berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia. Disebut humanis karena goresannya seperti tulisan tangan manusia.
  • Old Style, Rupa huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
  • Transitional, Rupa huruf serif, muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
  • Modern / Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang zaman Modern.
  • Slab serif / Egytian Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno
  • Sans-serif /  huruf tanpa kait
  • Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
  • Geometris Sans-serif, bentuk rupa hurufnya berdasarkan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran segi empat dan segitiga.
  • Humanis Sans-serif, bentuk hurufnya seperti tulisan tangan manusia.
  • Display / dekoratif, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang relatif besar.
  • Script dan cursive, bentuknya menyerupai handwriting - tulisan tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive tidak.
Sekian penjelasan tentang Sejarah Tipografi dan Perkembangan Huruf. Semoga bermanfaat..

Tuesday, 7 February 2017

Sistem Pengukuran Huruf Dalam Tipografi

Tuesday, February 07, 2017 1
Sistem Pengukuran Huruf Dalam Tipografi | ristofa.com

Sistem Pengukuran Huruf Dalam Tipografi - Sistem pengukuran merupakan sebuah hal yang sangat mendasar dan penting dalam perancangan apapun. Sebagai contoh seorang arsitek harus mengetahui dengan baik sistem pengukuran yang digunakan agar rancangan bangunan yang dibuatnya agar dapat dibangun dengan benar oleh kontraktor. Sama halnya dengan arsitek, dalam merancang teks untuk dokumen web, kita harus mengetahui bagaimana browser melakukan pengukuran font untuk dapat menghasilkan yang optimal. Begitu juga dalam membuat karya desain grafis, mengetahui Sistem Pengukuran Huruf juga sangat penting.

Pengukuran teks dilakukan dengan menggunakan empat satuan, yaitu:

Ems (em)


Unit pengukuran em merupakan unit pengukuran skala (biasa digunakan dalam desain web), yang meningkat / menurun relatif terhadap ukuran teks dasar. Misalnya, jika ukuran teks dasar dari sebuah dokumen web adalah 12pt, maka 1em dihitung sebagai 12pt. Dengan logika yang sama, 2em adalah 24pt, dan 0.5em adalah 6pt. Dalam web desain pengukuran dengan menggunakan em sangat populer karena skalabilitas ini, yang menyebabkan kita dapat dengan mudah mengubah pengukuran untuk seluruh elemen yang ada dengan cara mengubah ukuran teks dasar.

Pixels (px)


Pixel merupakan unit pengukuran berukuran tetap, yang digunakan pada layar komputer. Satu pixel merupakan satu titik pada layar komputer. Unit pengukuran pixel biasanya digunakan untuk menghasilkan dokumen yang mementingkan pengukuran tepat (seperti presentasi), tetapi jarang digunakan karena sulit saat akan diubah ukurannya. Pengubahan ukuran pixel penting untuk skalabilitas, sehingga misalnya satu kode dapat digunakan untuk tampilan pada desktop dan mobile (handphone).

Points (pt)


Merupakan unit pengukuran yang digunakan pada percetakan tradisional. Ukuran 1pt sama dengan 1/72 inch. Seperti pixel, unit pengukuran ini tidak fleksibel, sehingga umumnya hanya digunakan untuk dokumen yang akan dicetak.

Percents (%)


Seperti unit em, percent merupakan unit pengukuran skala yang ukurannya berubah sesuai dengan ukuran teks dasar. Perbedaan dengan em ialah, jika 1em sama dengan ukuran teks dasar, pada percent yang merupakan ukuran teks dasar ialah 100%.
Perlu diingat bahwa ems, pixel dan percents  digunakan untuk mengubah ukuran teks pada desain web, dan memiliki arti yang berbeda jika digunakan pada konteks pecetakan tradisional. Sedang dalam dunia desain grafis untuk percetakan biasanya menggunakan points. 

Jarak Antar Baris


Sebuah teks yang panjang akan memiliki beberapa baris. Jarak antar baris ini sangat penting untuk memastikan pembaca mendapatkan pengalaman membaca yang maksimal. Jarak antar baris yang terlalu dekat akan menyebabkan teks sulit dan bahkan tidak dapat dibaca. Di sisi lain, jarak antar baris yang terlalu jauh akan menyebabkan teks terasa aneh untuk dibaca. Dan jarak terlalu dekat akan menyulitkan saat ingin dibaca.

Penentuan Jarak Antar Baris dilakukan dengan menghitung nilai leading, istilah tipografi untuk jarak antar baris, pada percetakan tradisional. Perhitungan jarak antar baris pada dokumen web dilakukan dengan cara yang berbeda. Untuk mendapatkan jarak antar baris, kita harus memberikan ukuran tinggi baris kepada browser. Tinggi baris dihitung dengan menambahkan setengah jarak antar baris pada atas dan bawah.

Jarak Antar Kata dan Huruf


Selain jarak antar baris, faktor lain yang mempengaruhi kemudahan pembacaan sebuah teks ialah jarak antar kata dan karakter. Idealnya, setiap paragraf dan baris memiliki jarak antar kata dan karakter yang dibuat khusus untuk memaksimalkan kemudahan pembacaan teks. Gambar dibawah menunjukkan perbandingan teks dengan jarak antar kata standar, rendah, dan tinggi.

Jarak antar kata yang terlalu rendah akan menyebabkan pembaca sulit membedakan antara satu kata dengan kata lainnya, sementara jarak antar kata yang terlalu tinggi akan menyebabkan kesulitan pembacaan karena secara otomatis mata kita akan mengikuti alur ruang kosong yang terbuka. Alur ini dikenal dengan istilah river.

River seringkali ditemukan saat kita menggunakan rata kiri dan kanan (justified) pada teks paragraf. Penambahan dan pengurangan jarak antar kata utamanya dilakukan untuk mengurangi river, agar pembaca dapat membaca dengan lebih nyaman.

Jarak antar huruf, seperti jarak antar kata memiliki kegunaan yang kurang lebih sama. Bedanya hanya pada pengontrolan jarak. Sesuai dengan namanya, jarak antar kata mengatur jarak di antara dua kata, sementara jarak antar huruf mengatur jarak antara setiap huruf yang ada di dalam teks.

Itulah Sistem Pengukuran Huruf Dalam Tipografi, semoga bermanfaat. baca juga karaketeristik tipografi.