Showing posts with label Belajar Desain Grafis Tanpa Guru. Show all posts
Showing posts with label Belajar Desain Grafis Tanpa Guru. Show all posts

Monday, 13 June 2016

Komposisi warna dalam desain grafis

Monday, June 13, 2016 1
Komposisi warna dalam desain grafis - Dalam dunia desain grafis kita tidak akan pernah dipisahkan dengan apa yg dinamakan komposisi warna. Warna merupakan salah satu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari dunia desain grafis. Karena warna memberikan peranan yang sangat penting, dan setiap warna memiliki karakter dan memberikan dampak secara psikologis kepada audience-nya.

Artikel kali ini saya akan membahas beberapa konsep dasar yang terdapat dalam Teori Warna. Untuk penjabaran pertama meliputi Konsep Warna dan yang kedua adalah Harmoni Warna (Color Harmony).

komposisi warna dalam desain grafis


Gambar diatas dikenal dengan istilah "lingkaran warna" atau beberapa orang menyebutnya dengan istilah "roda warna" (Color Wheel). Prinsip dari roda/lingkaran warna di atas adalah menggunakan tiga warna utama (primer), antara lain "merah; kuning; biru". Sejarah menyebutkan bahwa diagram lingkaran warna tersebut pertama kali dikembangkan oleh Sir Isaac Newton pada tahun 1666. Ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa teori lingkaran warna tersebut mulai dikenal pada taun 1800an.

komposisi warna dalam desain grafis


Warna primer (merah, kuning dan biru) kalau dicampurkan akan dapat menghasilkan warna-warna baru.

komposisi warna dalam desain grafis


Warna sekunder, yaitu warna-warna yang dihasilkan karena hasil pencampuran warna primer. Sebagai contoh warna Orange, adalah percampuran warna merah dan kuning.

komposisi warna dalam desain grafis


Sedangkan warna tersier merupakan warna yang didapat dari pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder.


Color Harmony

Untuk memberikan warna dalam setiap karya desain grafis, kita juga harus memperhatikan color harmony. Dalam sebuah kegiatan visual, keharmonisan warna merupakan faktor yang dapat menyenangkan mata kita. Keharmonisan akan dapat merangsang indera penglihatan kita dan menciptakan perasaan "seimbang" di dalam hati kita.  Sebagai contoh, sebuah karya visual yang cukup membosankan untuk dilihat, sehingga seorang penikmat visual tidak merasa puas untuk menikmati sebuah karya visual dan ia tidak merasa terdorong untuk memiliki perasaan 'seimbang' itu di dalam hatinya, maka ia tidak akan tahan atau betah berlama-lama melihat karya visual tersebut.

Untuk mencapai tingkat keharmonisan warna yang baik, brikut beberapa jenis formula yang sering digunakan.

Komposisi warna dalam desan grafis

  • Warna Analogous (Analogous Color), adalah warna-warna yang disusun saling bersebelahan dalam roda warna.

Komposisi warna dalam desan grafis

  •  Warna Komplementer (Complementary Color), adalah warna-warna yang saling berseberangan antara satu dengan yang lainnya, sehingga warna-warna ini akan sangat kontras.

Komposisi warna dalam desan grafis

  •  Warna Split Komplementer (Split Complementary Color), adalah hampir sama dengan warna komplementar, tapi salah satu ujung tanda panah dibagi menjadi dua. Contoh dapat dilihat pada Gambar G.07, berarti warna split komplementernya adalah merah-ungu dan hijau. Formula-nya mirip dengan huruf "Y" terbalik.

Komposisi warna dalam desan grafis

  •  Warna Triads, adalah kombinasi warna dengan bentuk segitiga di dalam roda warnanya.

Komposisi warna dalam desan grafis

  •  Monotone Achromatic, adalah warna yang dihasilkan berurutan satu warna dari putih ke hitam

Komposisi warna dalam desan grafis

  •  Monotone Chromatic, adalah warna yang dihasilkan dari satu warna namun dengan perbedaan saturasi.
Seperti itulah beberapa Komposisi warna dalam desain grafis. Semoga bermanfaat.



Wednesday, 27 April 2016

Tips menentukan tipografi dalam desain grafis

Wednesday, April 27, 2016 0
Tips menentukan tipografi dalam desain grafis - Dalam proses membuat sebuah karya desain grafis yg indah dan komunikatif, tipografi tidak dapat dipisah dengan elemen desain grafis. Pengertian tipografi dalam sudut pandang lain adalah ilmu mempelajari bentuk huruf. Yaitu dimana huruf, angka, tandan baca dan yg lainnya bukan hanya dilihat sebagai simbol suara namun sebagai bentuk desain.

Tips menentukan tipografi dalam desain grafis


Misalkan huruf ‘O’, tidak hanya terbaca sebagai huruf ‘O’, namun juga terbaca sebagai lingkaranyg mempengaruhi bidang suatu karya desain. Dimana dan bagaimana seorang desainer grafis meletakkanhuruf ‘O’ tersebut sehingga dapat mempengaruhi legibilitas dan keseimbangan dari karya desain grafis.

Berikut panduan dalam menentukan tipografi yg benar :




Tips menentukan tipografi dalam desain grafis


  • Readibility (keterbacaan), merupakan tingkat/level dimana sebah tulisan dapat dipahami dan dibaca dengan mudah berdasarkan kekompleksitas penggunaan kata-kata dalam kalimat
Tips menentukan tipografi dalam desain grafis

  • Clearity (kejelasan), adalah hal yg paling penting dalam memilih satu jenis huruf. Menurut David Ogilvy, tipografi yg baik adalah yg ‘menolong’ orang untuk membaca. Sebaliknya yg buruk adalah yg ‘mencegah’ orang untuk membaca.
Tips menentukan tipografi dalam desain grafis

  • Visibility (dapat dilihat), pemakaian tipe huruf harus disesuaikan dengan komposisi yg baik. Peletakan huruf yg terhalang oleh gambar atau warna yg hampir sama dengan latar belakang mempersulit pembaca.
Tips menentukan tipografi dalam desain grafis

  • Legibility, merupakan kejelasan visual dari penulisan teks. Biasanya berdasarkan ukuran, jenis huruf, kontras, teks blok dan spasi antar huruf yg digunakan.

Sekian untuk Tips menentukan tipografi dalam desain grafis. Semoga bermanfaat.

Jika ada yg mau nambahin silahkan  tulis saja di komentar. Terima kasih.

baca juga artikel sejarah desain grafis.



Monday, 25 April 2016

Pengertian Tipografi Dalam Desain Grafis

Monday, April 25, 2016 1
Pengertian Tipografi Dalam Desain Grafis - Tipografi adalah ilmu memilah dan menata huruf/font sesuai dengan pengaturannya pada ruang tertentu yang tujuannya untuk menciptakan kesan tertentu. 

Sehingga membantu pembaca merasa nyaman dalam menikmati sebuah karya. Dan tujuan lain juga untuk membuat unsur keindahan dalam sebuah karya. Tipografi juga dapat diartikan karya desain yg menggunakan huruf/font sebagai elemen utamanya. Dalam tipografi, fungsi huruf sebagai lambang bunyi akan diabaikan.



Pengertian Tipografi Dalam Desain Grafis



Huruf/font adalah teman bagi para desainer grafis. Siapa yg tida kenal dengan huruf/font coba ?. Jumlah keseluruhan huruf ada 26, dan bersifat universal. Namun pada setiap kebudayaan yg ada jumlahnya tidak melulu harus 26.

Penggunaan huruf bagi seorang desainer grafis adalah bagakan teman yg selalu ada dalm setiap karya desain. Jadi sebelum menjadi seorang desainer grafis hendaklah kita selalu mengenal dan suka serta memperhatikan bentuk dan sifat huruf tersebut.

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini digunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir, berkembang jenis huruf Hieratia, yg dikenal dengan nama Hierograph pada aba 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan dasar dari bentuk Demotia, yg mulai dtulis  dengan pena khusus. Bentuk tipografi ini akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar ke Eropa.

Pada saat Romawi mulai membentuk kekuasaannya pada abad 8 SM di Roma, saat itulah puncak perkembangan tipografi. Hal itu dikarenakan bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri sehingga mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yg merupakan penduduk asli Italia. Dan bengsa Romawi menyempurnakannya hingga terbentuklah huruf Romawi.
Saat ini tipografi sudah berkembang dari fase penciptaan dengan tangan hinggan menjadi komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Saat ini jenis huruf sudah mencapai ribuan.

Tipografi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
  • Tipografi, yaitu ilmu memilah dan menata huruf/font sesuai dengan pengaturannya pada ruang tertentu yg bertujuan untuk menciptakan kesan tertentu. Sehingga membantu pembaca merasa nyaman dalam menikmati sebuah karya.
  • Seni tipografi, yaitu karya desain yg menggunakan huruf/font sebagai elemen utamanya.


Tipografi menurut Roy Brewer (1971) dapat memiliki pengertian luas yg meliputi penataan dan pola halaman. Atau dalam pengertian yg lebih khusus meliputi pemilihan, penataan dan berbagai hal yg terkait dalam pengaturan baris-baris huruf (typeset).

Sedangkan pesan tipografi untuk mengkomunikasikan ide atau pesan secara tidak sadar ataupun sadar selalu berhubungan dengan seni tipografi. Kita juga setiap hari selalu berhubungan dengan tipografi. Sebagai contoh layout halaman koran atau majalah, penataan teks pada halaman web, dll.

Dalam pemilihan jenis huruf, yg harus diperhatikan adalah karakter produk yg akan ditonjolkan dan juga segmen pasar. Misal produk winyak wangi untuk wanita, jarang munggunakan jenis huruf Egyptian karena terkesan kuat dan keras, lebih cocok mengguakan jenis huruf Roman yg bersifat klasik dan lembut sehingga cocok engan karakter wanita.

Jika dilihat berdasarkan sudut geometri dan garis dasar yang membetuknya. Huruf dikelompokkan ke dalam 4 jenis, Yaitu :
  • Kelompok garis tegak datar
Adalah E F H I L
  • Kelompok tegak miring
Adalah A K A M N V Z X Y W
  • Kelompok garis tegak lengkung
Adalah B D G J P R U
  • Kelompok garis lengkung
Adalah C O Q S

Demikian sedikit pembahasan Pengertian Tipografi Dalam Desain Grafis. Semoga bermanfaat bagi kita.

Saturday, 16 April 2016

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis

Saturday, April 16, 2016 7
Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis - Dalam membuat sebuah karya desain grafis yg baik dan berkualitas. Kita haruslah mengetahui tentang Prinsip-Prinsip Desain Grafis. Prinsip-prinsip ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu Prinsip Utama dan Prinsip Dasar Desain Grafis.

1. Prinsip Utama dalam Desain Grafis

Dalam desain grafis ada beberapa prinsip utama yg harus diperhatikan sebelum menbuat karya desain grafis. Yaitu :

  • Ruang Kosong (White Space)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Dalam penempatan elemen-elemen desain, hendaknya tidak terlalu padat/terlalu banyak elemen dalam satu area dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan. Ruang kosong sangat penting dalam dunia desain grafis. Tujuannya tentu untuk kejelasan dalam pembacaan dan sekaligus memberi kesan profesional dan sederhana dalam karya desain kita.

  • Kejelasan (Clarity)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Kejelasan atau clarity tentu sangat berpengaruh terhadap penafsiran audient terhadap karya desain grafis yg kita buat. Sehingga karya kita mudah untuk dimengerti dan tidak menimbulkan salah pengertian tentang arti dan maksud dari karya kita.

  • Kesederhanaan (Simplicity)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Kesederhanaan diartikan sebagai karya yg tidak berlebihan dan tepat. Membuat peneikmat karya dapat menikmati karya dan tidak mudah jenuh atau bosan.

  • Emphasis (Point of Interest)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Disebut juga pusat perhatian atau highlight. Bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur karya desain.


2. Prinsip Dasar Desain Grafis

Dalam Prinsip prinsip Karya Desain Grafis ada beberapa macam Prinsip-prinsip Dasar Desain Grafis, yaitu :

  • Kesatuan (Unity)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Prinsip ini sangat penting. Tidak ada kesatuan dalam karya desain membuat sebuah karya menjadi berantakan dan terkesan tercerai berai. Sehingga menjadi tidak nyaman untuk dinikmati. Jika salah satu atau beberapa unsur mempunyai hubungan (warna, raut, arah dll) maka kesatuan telah tercapai.

  • Keseimbangan (Balance)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Karya desain grafis hendaknya memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Ibarat melihat pohon yg hampir roboh akan membuat kita tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yg dialami sesuatu benda jika semua daya yg bekerja saling meniadakan. Didalam karya desain grafis, keseimbangan tidak dapat diukur namun hanya dapat dirasakan. Yaitu ketika suatu keadaan dimana semua bagian sebuah karya tidak saling membebani.

  • Proporsi (Proportion)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Proporsi termasuk prinsip dasar desain untuk mencapai keserasian. Untuk itu diperlukan perbandingan-perbandingan yg tepat. Proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yg paling terkenal dan masih dipakai hingga sekarang dalam karya senirupa dan arsitektur.

Proporsi tersebut menggunakan deret bilangan Fibonacci yg mempunyai perbandingan 1 : 1,618, atau 8 : 13. Konon, perbandingan ini ditemukan di benda-benda alam sehingga sangat natural. Dalam bidang desain proporsi ini terlihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

  • Irama (Rhytm)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Irama adalah pengulangan gerak yg teratur dan terus menerus. Di alam kita biasa melihat pada pergerakan ombak atau gerak dedaunan. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur seni rupa.

  • Dominasi (Domination)

Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis


Berasal dari kata Dominance yg berarti keunggulan. Sifat unggul dan istimewa ini menjadikan unsur sebagai penarik dn pusat perhatian. Dalam dunia desai disebut, Center of interest, Focal Point, dan Eye Cacther. Dominasi beberapa mempunyai tujuan, yaitu :
  1. Penarik perhatian
  2. Menghilangkan kebosanan
  3. Memecah keberaturan

Biasanya ditengarahi dengan Emphasis.

Sahabat Belajar Desain Grafis Tanpa Guru itulah beberapa Prinsip-prinsip Karya Desain Grafis yg harus diterapkan dalam membuat sebuah karya desain grafis. Sehingga karya kita terlihat lebih sempurna dan profesional. 






Monday, 4 April 2016

Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis

Monday, April 04, 2016 24
Sudah agak lama gak posting ya. Lanjut posting lagi aah. Sekarang saya akan membahas tentang Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis.

Berdasarkan bentuk elemen-elemen dalam desain grafis dibedakan menjadi beberapa macam,yaitu :

1.  Titik




Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis
Titik merupakan unsur visuall  yg secara konsep tidak tampak, misalnya terdapat pada pertemuan 2 garis. Ciri umum titik adalah tidak memiliki panjang dan lebar, tidak membutuhkan ruang atau daerah, berukuran kecil dan memiliki bentuk sederhana.



Bentuk umum titik adalah lingkaran sederhana yg tidak bersudut dan tanpa arah. Fungsi titik yaitu menjadi fokus dari suatu tampilan visual dan mendapat perhatian dari pengamat terkait informasi yg akan disampaikan.

2.  Garis

Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis
Garis merupakan perluasan dari titik. Sehingga, garis adalah bagian jalur yg dibuat oleh gerakan titik. Secara teori garis mampu membimbing mata untuk bergerak dari satu bagia ke bagian lain.

Sebuah garis mampu menggambarkan suatu arah dan membagi ruang (khususnya pada sequence art). Serta mendeskripsikan sebuah kerangka yg terbbentuk dari garis. Ciri dari garis adalah memiliki panjang tetapi tidak memiliki lebar ( lebar tidak menonjol ). Mempunyai kedudukan dan arah, kedua ujung merupakan titik dan merupakan batasa sebuah bidang.

Jenis Garis dapat dibedakan menjadi :

-    - Garis Kontur, garis yg melukiskan bagian tepi suatu bentuk yg memidahkan setiap volume / area. Umumnya tidak bervariasi untuk ketenbalannya. Tidak memiliki gradasi gelap-terang ataupun bayangan. Sedang untuk garis kontur yg ekspresif akan mengajak mata melihat garis tersebut sebagai bentuk, karena dibuat dengan variasi tebal tipis dan memiliki detail.

-   - Garis Kaligrafi, dibuat karena keindahan garis menjadi aspek utama bagi keindahan gambar. Garis ini menunjukkan karakter dari sang penggambar. Garis Kaligrafi lebis bersifat ekspresif. Dan mempunyai gradasi ketebalan dan gelap-terang.

Garis jika dilihat dari bentuk mempunyai beberapa macam :

·        - Garis Lurus, berupa garis vertikal, horisontal, diagonal, patah-patah atau tak beraturan
·         - Garis Lengkung, berupa garis lengkung teratur dan tidak teratur.
·         - Garis Kombinasi, bentuk lurus dan lengkung.

Sebuah garis mampu menunjukkan karakter yg ditentulkan oleh persepsi dari pengamat desain. Persepsi terhadap garis ditentukan oleh faktor perbandingan panjang dan ketebalan garis, kelengkungan garis, patahan garis dan arah dari sebuah garis tersebut.

Berikut beberapa contoh karakter dari sebuah garis :



Dan juga beberapa contoh karakter  garis berdasarkan arahnya :

·    - Garis Horisontal, mempunyai kesan tenang, relaksasi, diam dan melebar.
·    - Garis Vertikal, mempunyai kesan stabil, berwibawa, kekuatan dan meninggi.
 - Garis Diagonal, mempunyai kesan dinamis karena menunjukan gerakan dan berkesan gembira.


3.  Bidang




Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis


Mempunyai bentuk pipih tanpa ketebalan. Mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas yg juga mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi garis. Bidang lebih umum bersifat dua dimensi.

        4.  Bentuk dan Ruang 3 Dimensi




Elemen-elemen Dalam Karya Desain Grafis
Sebuah bentuk dihasilkan dari beberapa garisyg tersusun. Bentuk dibagi menjadi 2 jenis, yaitu 2 dimensi (dwimatra) dan 3 dimensi (trimatra). Masing-masing bentuk mempunyai arti tersendiri tergantung dari budaya yg membentuknya. Contohnya segitiga bagi masyarakat Mesir dapat diartikan feminimitas namun mempunyai arti lain bagi suatu agama tertentu. Di dalam dunia desain, bentuk tidak hanya mendefinisikan suatu obyek namun juga digunakan untuk mengkomunikasikan suatu ide atau gagasan.

Secara umum bentuk 2 dimensi dibagi menjadi 3 kategori, yaitu :

·         - Bentuk Geometris, suatu bentuk yg sangat umum dan terstruktur.Misal, Kotak, segitiga. Lingkaran dll.
·        -  Bentuk Natural, seperti contoh bentuk hewan, tumbuhan atau manusia. Bentuk ini tidak beraturan dan mudah berubah.
·         - Bentuk Abstrak, Bentuk natural yg disederhanakan. Contoh simbol orang tua.

Sedangkan bentuk 3 dimensi terdiri dari bidang-bidang yg membentuk ruang-ruang 3 dimensi.  Diantaranya :

·      -  Kepadatan (solid), bentuk ini terlihat sebagai bentuk yg tertutup (closed form).
·        -  Bentuk Terbuka (open form).
·        -  Persepsi bentuk melalui garis.
·        - Persepsi bentuk melalui susunan bidang.
·        - Persepsi bentuk dari prinsip Gestalt.

Sedangkan persepsi dari sebuah karya desain grafis dapat dilihat dari :

·        - Pemakaian ruang positif dan negatif (white space).
·        - Ruang semu akibat persepsi perpektifis.
·        - Persepsi volume (solid) dan melalui closure/pelingkup garis.
·        - Tone (nada).

Walaupun prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak. Namun sebuah karya seni layak disebut karya yg baik. Yg perlu diketahui bahwa prinsip penyusunan bersifat subyektif terhadap penciptanya.


Jadi begitulah uraian singkat (tapi panjang banget ya, pegel ketiknya) mengenai elemen-elemen dalam desain grafis. Semoga mudah untuk dipahami. Dan semoga sedikit ilmu ini dapat berguna bagi kita semua, terutama yg baru ingin belajar tentang desain grafis tanpa guru. Amin