Showing posts with label warna. Show all posts
Showing posts with label warna. Show all posts

Tuesday, 27 February 2018

Apa Pengertian Warna Kontras dan Contoh Gambarnya | ristofa.com

Tuesday, February 27, 2018 8


ristofa.com - Apa itu kontras, orang awan pasti akan bertanya hal tersebut. Pengertian kontras sendiri adalah perbedaan yang nyata antara yang satu dengan yang lain. Contohnya Tinggi dan Rendah, Besar dan kecil dan lain-lain.

Begitu pula pengertian warna kontras, Perbedaan yang nyata antara warna yang satu dengan warna yang lain. Contohnya warna biru dan merah, jika disandingkan akan terlihat jelas batas antara kedua warna tersebut.

Jadi disebut warna kontras apabila sebuah warna disandingkan denga warna-warna yang lain. Pada lingkaran warna Brewster, posisi warna yang saling berhadapan itu adalah pasangan warna kontras. Tapi menjadi pasangan kontras tidak harus pada posisi yang berhadapan atau berlawanan. Karena dipengaruhi juga oleh spektrum cahaya atau komposisi warna yang membentuknya. 

Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut



Berikut contoh warna yang kurang kontras dan cukup kontras






Friday, 17 February 2017

Tips Pemilihan Warna Untuk Memulai Membuat Karya Desain Grafis | ristofa.com

Friday, February 17, 2017 8

Tips Pemilihan Warna Untuk Memulai Membuat Karya Desain Grafis | ristofa.com


Tips Pemilihan Warna Untuk Memulai Membuat Karya Desain Grafis - Kali saya akan membahas tentang suatu pokok bahasan yang biasa, namun cukup penting dalam memulai membuat karya desain grafis, yaitu pemilihan warna pada Desain kita.

Apa saja hal yang harus kita perhatikan saat memilih warna-warna pada desain kita, berikut tips-tipsnya..

1. Konsep Desain

Ketika desain sudah jadi dan tinggal melakukan pewarnaan, pasti kita telah mendapatkan suatu gambaran tentang konsep yang kita ambil untuk desain kita. Penentuan konsep ini sangat penting. Bila kita telah menentukan konsep desain kita, dan kita dapat mulai berpikir apakah desain kita ini membutuhkan warna yang colorful, monochrome, kontras, atau variasi warna lainnya. Nah, sebelum kita mulai menentukan warna pada desain kita, sebaiknya kita telah menentukan konsep desain kita ini secara matang.

2. Audiens

Desain yang kita buat sudah pasti memiliki tujuan tertentu. Misalkan saja, kita membuat desain ini untuk membuat suatu Logo Perusahaan yang memproduksi mainan anak-anak. Audiens untuk mainan anak-anak ini itu tentu saja anak-anak! Sehingga kita harus mencari tau, warna-warna apa saja yang menarik bagi anak-anak. Kebanyakan anak-anak cenderung tertarik pada warna yang colorful, jadi kita membutuhkan warna yang colorful, seperti merah, kuning, hijau, atau warna lainnya.

3. Seleksi Warna

Membuat Desain yang menarik tidak harus menggunakan seluruh warna yang ada di color chart. Sebaiknya kalau kita memilih 2 atau 3 warna yang dominan di desain kita ini. Setiap warna pasti akan saling bersangkutan, misal warna kuning dan hijau yang bersangkutan karena merupakan campuran antara warna kuning dan warna biru menciptakan warna hijau, atau warna-warna lainnya. Namun, ada baiknya bila kita memilih warna yang dekat dengan warna lainnya.

Untuk memahami warna dan cara mengkombinasikannya, kita bisa belajar menggunakan Teori Brewster.

Teori Brewster sendiri adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Dan  keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, warna sekunder, warna tersier, dan warna netral.


  • Warna Primer


warna primer | ristofa.com
Warna Primer adalah sebuah warna dasar/asli yang tidak tercampur oleh warna-warna lain,. Warna primer ini adalah warna Merah, warna Kuning dan warna Biru. Skema diatas merupakan sebuah skema warna primer menurut Teori Brewster.


  • Warna Sekunder

warna sekunder | ristofa.com
Warna Sekunder adalah hasil dari pencampuran warna primer, yang di dalam lingkaran warna, warna primer jika bertemu warna primer lainnya dan membuat warna baru dari kedua warna tersebut. Contohnya warna Merah dan Kuning akan menghasilkan warna sekunder yaitu Jingga, sedangkan warna primer kuning dan biru pasti akan menghasilkan warna sekunder Hijau, dan warna primer biru dan warna sekunder merah akan menghasilkan warna sekunder ungu. Itulah proses terjadinya warna sekunder dimana warna primer jika dicampur warna primer lainnya dengan komposisi 1:1 akan menghasilkan warna sekunder.


  • Warna Tersier


wana tersier | ristofa.com

Warna Tersier adalah hasil dari pencampuran satu warna primer dengan warna sekunder. Contohnya warna merah dan jingga akan menghasilkan warna tersier yaitu Merah kejingga-jinggan, sedangkan warna jingga dan kuning akan menghasilkan warna tersier jingga kekuning-kuningan.


  • Warna Netral
Warna Netral disini bukan berarti netral atau pun tidak tercampur warna apapun, namun warna netral ini adalah hasil dari campuran semua warna yaitu Warna Primer dan Warna Sekunder dan Warna Tersier. Warna-warna pada jenis ini cenderung tidak secerah warna-warna yang ada pada Warna Primer. Hal ini disebabkan karena warna ini merupakan hasil campuran dari semua elemen warna dengan komposisi 1:1:1.

Dan dengan memanfaatkan skema warna yang terdapat pada Teori Brewster ini, tentu kita dapat lebih mudah menentukan warna-warna mana saja yang cocok untuk desain kita. Selain itu, skema warna ini dapat membantu kita dalam menerapkan beberapa teknik pewarnaan.

Untuk tips menentukan warna silahkan baca pengertian warna harmonis.

Selamat mencoba. baca juga perbedaan RGB da CMYK.

Monday, 30 January 2017

Pengertian Warna Harmonis dan Contohnya

Monday, January 30, 2017 5
Pengertian Warna Harmonis dan Contohnya | www.ristofa.com


Pengertian Warna Harmonis dan Contohnya - Warna harmonis adalah kombinasi warna-warna yang saling berdekatan dalam lingkaran warna dasar. Atau kombinasi dari turunan warna dengan hue yang sama. 

Dalam sebuah kegiatan visual, keharmonisan warna merupakan faktor yang dapat menyenangkan mata kita. Keharmonisan akan merangsang indera penglihatan kita dan menciptakan perasaan "seimbang" di dalam hati kita.  Sebagai contoh, sebuah karya visual yang cukup membosankan untuk dilihat, sehingga tidak merasa puas untuk menikmati sebuah karya visual dan ia tidak merasa terdorong untuk memiliki perasaan 'seimbang' itu di dalam hatinya, maka ia tidak akan betah berlama-lama melihat karya visual tersebut.





Untuk mencapai tingkat keharmonisan warna yang baik, berikut beberapa jenis formula yang sering digunakan.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/

  • Warna Analogous (Analogous Color), adalah warna-warna yang disusun saling bersebelahan dalam roda warna.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/
  •  Warna Komplementer (Complementary Color), adalah warna-warna yang saling berseberangan satu dengan yang lainnya, sehingga warna-warna ini akan sangat kontras.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/
  •  Warna Split Komplementer (Split Complementary Color), hampir sama dengan warna komplementar, tapi salah satu ujung tanda panah dibagi menjadi dua. Contoh dapat dilihat pada Gambar G.07, berarti warna split komplementernya adalah merah-ungu dan hijau. Formula-nya mirip dengan huruf "Y" terbalik.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/
  •  Warna Triads, adalah kombinasi warna dengan bentuk segitiga di dalam roda warnanya.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/
  •  Monotone Achromatic, adalah warna yang dihasilkan berurutan satu warna dari putih ke hitam.

Komposisi warna dalam desan grafis | http://www.ristofa.com/
  •  Monotone Chromatic, adalah warna yang dihasilkan dari satu warna namun dengan perbedaan tingkat saturasi.
itulah Pengertian Warna Harmonis dan Contoh dari warna harmoni. Tidak ada warna harmonis jika sebuah warna hanya berdiri sendiri. Jadi untuk memperindah hasil karya desain, sebaiknya menggunakan beberapa warna yang seimbang. 

baca juga Fungsi dan peranan warna dalam desain grafis.

Friday, 27 January 2017

Perbedaan Warna RGB dan CMYK Pada Desain Grafis

Friday, January 27, 2017 1
Perbedaan Warna RGB dan CMYK Pada Desain Grafis | www.ristofa.com

Perbedaan Warna RGB dan CMYK Pada Desain Grafis Artikel kali ini saya akan membahas sedikit tentang warna RGB dan CMYK. Banyak desainer grafis yang handal sekalipun ilmu desainnya, sudah mahir dalam menguasai aplikasi, namun lemah terhadap pengetahuan dalam bidang produksi. Sehingga hasil akhir produksi dari suatu desain biasanya kurang memuaskan. Masalahnya bisa bermacam-macam, namun seringkali ditemukan pada perbedaan hasil dari warna pada monitor dan pada hasil cetak.

Permasalahan ini sederhana dan lazim terjadi di dunia percetakan. Diakibatkan dari kurangnya pengetahuan desainer terhadap konsep dasar dan teori warna. Warna dalam dunia percetakan tentunya berbeda dengan warna tampilan di monitor. Teori ini dibagi berdasarkan dua model warna : RGB dan CMYK. Perbedaan inilah yang kemudian menyebabkan sering terjadi kesalahan atau hasil yang tidak diinginkan dari warna akhir melalui proses cetak.

Perbedaan RGB dan CMYK adalah sebagai berikut :


  • RGB (red, green, blue)


RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue, tiga warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal (primary colors). Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti layar ponsel, komputer, televisi dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan warna latar belakang yang gelap (hitam).


  • CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)


Sedangkan CMYK adalah warna yang dipakai dalam proses printing dan percetakan. Terdiri dari C = Cyan, M = Magenta, Y = Yellow, dan K = Black. Warna CMYK digunakan untuk tampil seimbang dengan latar belakang putih yaitu warna bahan cetak seperti kertas dan lain-lain.

Warna RGB biasanya lebih terang dan jelas, biasanya menghasilkan besar kapasitas file yang lebih kecil. Warna RGB  cocok untuk presentasi visual dalam tampilan monitor seperti desain halaman web/situs. Ketika suatu karya desain dalam format RGB akan diprint dan melalui suatu proses cetak, maka format RGB harus dikonversi dahulu kedalam format CMYK. Hal ini karena printer dan mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK sebagai model warna dari kalibrasi di mesin cetak.

Pada dasarnya printer dan monitor adalah dua perangkat yang berbeda, bahkan formatmanajemen warnanya pun berbeda, monitor menggunakan mode RGB (seperti juga mata manusia-red) Sedangkan printer menggunakan CMYK. Yang satu menggunakan proses rasterisasi yang tingkat gradasinya lebih pendek yang satu menggunakan tingkat refleksi yang gradasinya lebih panjang. Coba lihat di Photoshop atau Corel dimana palet warna RGB menggunakan 255 tingkat gradasi sedangkan CMYK hanya 100 tingkat gradasi, pendek kata ada detail warna yang tidak bisa disimulasikan oleh printer (perangkat berbasis CMYK). Salah satu cara mengatasi perbedaan dalam konversi warna dari RGB ke CMYK adalah dengan 'kalibrasi'. Proses kalibrasi warna adalah proses pencocokan warna agar semua perangkat pemroses citra/gambar/image menggunakan satu patokan yang serupa. Untuk itu di aturlah agar warna pada monitor sebagai perangkat yang jangkauan warnanya paling tinggi hanya menampilkan warna yang bisa di hasilkan oleh printer. Jadi saat kita akan mencetak hasilnya akan 'mirip' seperti yang kita liat di monitor. Memang sulit untuk membuat monitor dan printer bener bener sinkron, karena monitor mengacu pada sistem RGB yang warna dasar yang dipergunakan 3 macam. Sedangkan printer sekarang menggunakan cmyk yang 4 warna, malah ada yang menggunakan 6 atau 7 warna dasar. Dan kualitas dan pengaturan brightness dan contras monitor seringkali kita set manual. Memang ada profil buat kalibrasi tapi tidak mungkin bisa sama 100%.

Sering kali beberapa karya desain yang akan naik cetak masih dalam format RGB, dan ketika dikonversi menjadi CMYK, warna biasanya akan berubah menjadi lebih redup dan tidak secerah warna yang tampil pada model RGB. Solusi dari masalah ini adalah, desainer harus memastikan dulu desainnya tampil dengan warna yang diinginkan dalam format warna CMYK, karena yang akan keluar dari mesin cetak adalah warna dengan model CMYK.

Beberapa software/aplikasi untuk desain grafis biasanya mengizinkan kita untuk bekerja dengan memilih antara dua model warna (RGB atau CMYK) walaupun dalam beberapa hal, seperti beberapa fungsi dari photoshop tidak akan aktif jika kita bekerja dalam model warna CMYK. Pemilihan model warna biasanya akan tampil ketika kita membuka dokumen baru. Namun, apabila sudah terlanjur bekerja di salah satu model warna dan kita ingin menggantinya, kita bisa menkonversi kembali model warna tersebut.

Berikut beberapa cara konversi model warna dari RGB ke CMYK di beberapa software desain grafis :


  • Adobe Photoshop

Pada menu bar pilih: Image > Mode > CMYK


  • Adobe Illustrator

Pada menu bar pilih: File > Document color mode > CMYK color

  • Adobe Indesign

Pilih Window > Swatches dan Window > Color. klik ganda color di Swatches dan ganti color mode ke CMYK dan color type ke Process.


  • CorelDRAW

Pilih masing-masing objek yang akan dikonversi. Pilih Fill tool dan klik Fill Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK. Untuk setiap objek dengan garis/outline : Pilih Outline tool dan klik Outline Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK.


  • Microsoft Publisher 2003-2016

Pilih Tools > Commercial Printing Tools > Color Printing, pilih Process Colors (CMYK)




Kesimpulanya :


  •  Untuk hasil terbaik pencetakan :


– Gunakan warna CMYK
– Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll) dengan baik.


  •  Untuk desain web dan desain grafis


– Gunakan warna RGB
– Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda (terutama untuk RGB).

Dengan mengetahui Perbedaan Warna RGB dan CMYK Pada Desain Grafis, kita tidak akan lagi mengalami masalah saat akan mencetak hasil karya kita. 

Baca juga Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis.


Thursday, 26 January 2017

Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis

Thursday, January 26, 2017 4
Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis | www.ristofa.com

Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis Warna adalah elemen yang penting dalam dunia desain grafis. Warna akan menunjukkan sifat dan mood dari sebuah karya. Seandainya dunia ini tidak ada warna, tentu akan terlihat suram dan menyedihkan.  Setiap warna yang ada memiliki psikologi warna tersendiri yang bisa mewakili tentang perasaan. Meskipun dibeberapa negara simbol warna  mempunyai arti yang berbeda, namun sebuah warna bisa memiliki makna tertentus secara umum.


  • Psikologi Warna:    Merah    

Warna yang paling emosional dan cenderung ekstrem. Menyimbolkan agresivitas, keberanian, gairah, kekuatan, bersemangat, enerjik, dinamis, komunikatif, aktif, kegembiraan, dan mewah.  Sifat yang mewakili dengan penggunaan warna merah. Warna merah memiliki efek untuk menstimulasi sebuah perhatian serta merangsang kelenjar adrenal, hingga meningkatkan detak jantung. Sehingga merah biasa digunakan untuk menarik perhatian. Merah juga sering kali dimaknai cinta, percaya diri, kekuatan,  dramatis, panas, perjuangan, dan berani. 
Khusus untuk warna merah terang, warna ini bisa menggambarkan kerasnya cita-cita atau keinginan. Jka dilihat dari sisi negatifnya, penggunaan terlalu banyak warna merah cenderung menunjukkan sifat agresif dan menuntut. Kemarahan dan nafsu juga adalah emosi lain yang umumnya tergambarkan dari penggunaan warna merah. Beberapa sisi negatif lain yang bisa muncul dari penggunaan warna merah adalah dominasi, teriakan, persaingan, kekerasan dan penolakan/pertentangan.


  • Psikologi Warna:   Kuning   


Warna kuning adalah warna optimis, namun warna ini yang paling sulit ditangkap oleh mata. Kuning adalah warna yang ceria, melukiskan kegembiraan, suasana penuh suka cita, berenergi, dan antusiasme. Secara alami kuning memberikan efek psikologi berupa kegembiraan, kegembiraan yang ditimbulkan warna ini sendiri adalah yang paling besar jika dibandingkan dengan warna lainnya. Warna ini juga akan menarik perhatian, meskipun tidak sebesar warna merah. Childish atau kekanak-kanakan adalah pelambangan yang sesuai dengan warna ini. Warna ini mampu memancarkan kehangatan, mendorong pengekspresian diri, memberi inspirasi,  dan kemampuan intelektual.

Warna kuning secara umum dapat mencakup makna kekeluargaan, persahabatan, keleluasaan, santai, spontanitas, sosial, mendominasi,  rasa ingin tahu, toleran, hingga cita-cita, optimisme, kepercayaan diri, harga diri, ekstraversi, kekuatan emosional, keramahan, kreativitas, imajinatif, masa muda, kedermawanan, dan semangat yang tinggi.

Sedangkan jika dilihat dari sisi negatifnya, kuning akan memberikan penilaian berupa sikap yang berubah-ubah, dan kurang dapat dipercaya. Makna-makna negatif lain yang bisa timbul dari warna ini antara lain : Irasionalitas, ketakutan, kerapuhan, emosional, depresi, kecemasan, dan bunuh diri. 


  • Psikologi Warna:    Hitam   


Hitam adalah warna yang kuat yang membangkitkan otoritas,  keberanian, kekuasaan, keanggunan dan gaya. Dalam dunia fashion, warna hitam popular karena membuat orang menjadi tampak langsing. Warna hitam bisa juga berati tunduk.  Dalam kaitannya dengan religi, seorang imam memakai warna hitam bisa dimaknakan ia tunduk kepada Tuhan.  Disisi lain, warna hitam berarti sangat kuat, pemakainya akan terlihat jahat dan menyeramkan. Penjahat atau drakula sering memakai warna hitam sebagai simbol keabadian mereka.

Hitam adalah warna yang merepresentasikan kekuatan, percaya diri, glamor, keamanan, emosional, efisiensi, substansi, maskulin, , sifat dramatis, melindungi, keabadian, kemisteriusan, klasik, dan kecanggihan. Meskipun sering nampak suram dan menakutkan, namun hitam dengan penggunaan yang tepat akan mampu menimbulkan kesan elegan.
Dan jika digunakan dalam intensitas besar warna ini mampu menimbulkan perasaan tertekan. Disisi lain, hitam jua melambangkan berhentinya kehidupan, yang bisa memberikan pemaknaan kondisi hampa,  kegelapan, kebinasaan, kematian, kerusakan, duka, kemurungan, atau kepunahan.


  • Psikologi Warna:    Putih    


Putih adalah warna perdamaian. Simbol kepolosan, kemurnian, kesederhanaan, kesucian.  Warna yang sangat populer di dunia mode karena warna putih akan Nampak bercahaya, netral dan bisa dikombinasikan dengan warna apapun.  Begitu juga dalam desain grafis, warna putih sering digunakan sebagai teks yang kontras pada latar belakang warna yang lebih gelap.
Putih, melihat warna ini akan memberikan pengertian tentang keaslian, kemurnian, kesucian, tentang kesan yang ringan, kepolosan, dan kebersihan. Dalam makna negatifnya, kita bisa merasakan perasaan dingin, steril, atau terisolasi dengan penggunaan warna putih.

Secara psikologis, putih bisa memberikan efek meredakan rasa nyeri, steril, juga menghadirkan aura kebebasan dan keterbukaan. Alasan ini salah satu yang mendasari kebanyakan rumah sakit dan pekerja rumah sakit menggunakan warna putih. Disisi lain, warna putih jika digunakan berlebihan dapat pula memberi efek rasa sakit kepala dan kelelahan mata, karena cahaya yang dipantulkan warna ini.
 

  • Psikologi Warna:    Biru    


Warna langit dan laut, salah satu warna paling popular diantara yang lain. Biru melambangkan kewenangan, martabat, keamanan dan kesetiaan. Warna biru yang tenang menyebabkan tubuh memproduksi bahan kimia yang menenangkan, sehingga kadang digunakan dalam kamar tidur. Orang  juga lebih produktif di ruangan biru. Studi menunjukkan angkat besi mampu menangani beban lebih berat di pusat kebugaran biru. Jika digunakan dalam desain logo, biru banyak digunakan sebagai warna dominan logo pemerintahan, pendidikan dan medis.

Ketenangan, kepercayaan, keyakinan, keseriusan, dan professional menjadi gambaran yang nampak dari penggunaan warna biru, hal ini membuatnya menjadi salah satu warna yang sering kali dikaitkan dengan dunia bisnis, khususnya bisnis-bisnis yang mengedepankan keseriusan dalam pekerjaannya. Penggunaan warna biru yang lebih muda memberikan efek kepercayaan yang lebih dominan, sedangkan warna biru gelap lebih cenderung meningkatkan kesan cerdas pada penggunaannya.

Biru adalah warna langit akan memberikan kesan stabil. Secara umum, biru akan diasosiasikan dengan Kecerdasan, komunikasi, kepercayaan, efisiensi, ketenangan, tugas, logika, kesejukan, protektif, kooperatif, refleksi, integritas, dan sensitif.

Gambaran negatif yang cenderung digambarkan dari penggunaan warna ini adalah sikap dingin, keras kepala, bangga diri, acuh tak acuh, tidak ramah, kurang emosi. Meski demikian, biru adalah warna yang paling banyak di sukai di dunia. 


  • Psikologi Warna:    Hijau    


Warna hijau adalah warna alam dan kesuburan. Warna hijau sendiri melambangkan kesegaran, ketenangan, alam, natural, kesehatan.  Dalam relevansi dengan dunia desain, warna hijau banyak digunakan dalam bidang kesehatan, real estate, konstruksi,  ekologi, konservasi alam dan olahraga semacam golf.

Hijau juga membuat nampak bersahabat dengan alam. Memancarkan kesegaran, ketenangan, dan kesejukan. Warna hijau mampu menurunkan stress, dan melambangkan penyembuhan atau kesehatan. Di sisi lain warna ini jua mendorong perasaan empati. Secara umum warna ini bisa juga diartikan sebagai keberuntungan, kehidupan, fertilitas, uang, harmoni, keseimbangan, cinta universal, istirahat, pemulihan, jaminan, kesadaran, lingkungan, keamanan, kedamaian, keinginan, ketabahan dan kekerasan hati.

Sedangkan pada disisi negatif, warna ini mampu menimbulkan rasa terperangkap/tersesat, kebosanan, stagnasi, superior, ambisi, keserakahan, dan kelemahan.


  • Psikologi Warna:    Ungu    


Ungu adalah warna kerajaan, kemewahan, kekayaan, spiritualitas,  dan kecanggihan. Hal ini juga melambangkan kekuasaan dan kedudukan. bisa juga menjadi warna yang feminin dan romantis.

Warna ungu sering bermakna magis, terasa memancarkan aura misterius, spiritualitas, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, meningkatkan daya imajinasi, sensitivitas dan obsesif. Arti yang dapat dimunculkan dari penggunaan warna ungu adalah ambisius, martabat, kebenaran, kualitas, independen, kebijaksanaan, kesadaran, visioner, orisinalitas, kekayaan, dan kemewahan.

Ungu adalah warna yang unik, salah satunya karena jarang sekali ditemukan di alam. Penggunaan warna ini menggambarkan pengharapan yang besar dan kepekaan. Disisi negatifnya, ungu cenderung menampakkan kesan kurang teliti dan kesendirian.


  • Psikologi Warna:   Coklat   


Warna coklat adalah warna bumi dan alam.  Menunjukkan utilitas, membumi, warna kayu dan kekayaan alam yang berlimpah.

Coklat selalu identik dengan stabilitas, dan keadaan dimana kita dapat meletakkan kepercayaan pada obyek-obyek yang berwarna coklat. Warna yang menjadi simbol warna Bumi atau biasa juga bersanding dengan warna hijau sebagai warna alam, memberikan kehangatan, dukungan, rasa nyaman, dan aman. Selain itu kesan sederhana sering muncul pada penggunaan warna ini. Coklat sering mengesankan kondisi matang atau tua, sehingga bisa menimbulkan kesan dapat diandalkan, elegan, akrab dan kuat.

Sedangkan pada sisi negatifnya, coklat yang terlalu banyak sering kali dimaknai sebagai tidak berperasaan, kurang toleran, menguasai, berat, kaku, malas, kolot, dan pesimis.

  • Psikologi Warna:   Oranye    


Warna oranye adalah warna matahari dan senja. Oranye melambangkan energi, antusiasme, flamboyan dan perhatian. Sifatnya menarik, cerah, ceria jadi menawarkan keterbukaan dan keramahan kepada yang melihatnya.

Orange merupakan simbol interaksi yang bersahabat, penuh percaya diri, keramahan, penuh harapan, dan kreativitas. Warna  ini merupakan gabungan antara merah dan kuning ialah warna yang kuat dan hangat, membuat penggunaan warna ini memberi rasa nyaman. Secara umum, penggunaan warna ini akan membentuk makna berupa kenyamanan, makanan, kehangatan, keamanan, gairah, kelimpahan, dan kesenangan.

Orange yang berlebihan mampu merangsang perilaku hiperaktif, atau menampakkan makna gaduh. Dan isi negatif lain yang bisa muncul dengan penggunaan warna orange adalah perampasan, frustrasi, kesembronoan, kurangnya intelektualisme, dan ketidak dewasaan.


  • Psikologi Warna :    Merah Muda     


Merah muda atau Pink merupakan warna yang feminin, dalam kondisi normal warna ini hampir selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan. Warna ini menampakkan sifat kelembutan dan mampu menenangkan. Secara umum merah muda bisa berarti cinta atau kasih sayang, romantisme, ketenangan fisik, memelihara, kehangatan, kewanitaan, simbol kelangsungan hidup manusia.

Dan disisi negatifnya, warna ini kurang bersemangat dan menyebabkan melemahnya energi.


Dengan mengetahui tentang Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis, kita akan terbantu untuk menentukan warna yang akan kita gunakan dalam karya desain grafis kita. Sebagian isi konten ini saya ambil dari situs www.si-pedia.com. Sekian ulasan saya tentang Psikologi Warna Dalam Dunia Desain Grafis, mudah mudahan bermanfaat dan mudah untuk diterapkan saat kita ingin berkarya.